Dokumen 05 — Disaster Recovery & Operasional
Strategi kelangsungan hidup homelab berbasis aturan 3-2-1: 3 salinan data, 2 media berbeda, 1 di luar lokasi. Semua operasi backup dilakukan dari Web UI Proxmox tanpa menyentuh LXC.
1. Strategi Backup 3-2-1
Aturan emas industri untuk data yang tidak boleh hilang:
| Lapis | Nama | Lokasi | Kegunaan |
|---|---|---|---|
| 1 | Snapshot | SSD Proxmox (storage local) | Rollback cepat jika konfigurasi salah atau update gagal |
| 2 | Archive | HDD eksternal / TrueNAS / NAS | Cadangan jika SSD mati atau Proxmox corrupt |
| 3 | Offsite | Cloud (Google Drive / S3 / Backblaze B2) | Tahan bencana fisik (banjir, kebakaran, pencurian) |
Info
Dokumen ini membahas Lapis 1 secara otomatis dan Lapis 2 secara manual. Lapis 3 dapat diimplementasikan dengan
rcloneatau Proxmox Backup Server di kemudian hari.
2. Otomatisasi Backup Proxmox (Snapshot Mode)
Proxmox dapat mem-backup LXC secara live (tanpa shutdown) menggunakan teknologi snapshot. Prosesnya memakan waktu 1–3 menit untuk LXC 50 GB.
2.1 Membuat Jadwal Backup
- Buka Web UI Proxmox (
https://192.168.1.50:8006). - Klik Datacenter (ikon bumi) di menu kiri atas.
- Pilih menu Backup.
- Klik tombol Add.
Isi parameter berikut:
| Parameter | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Node | pve | Node Proxmox Anda |
| Storage | local | Tempat file backup disimpan (bisa diganti ke storage khusus) |
| Schedule | 02:00 | Setiap hari jam 2 pagi — saat traffic homelab minimal |
| Selection mode | Include selected VMs | Hanya backup yang dipilih |
| VMs/CTs | Centang 100 (Docker-Server) | LXC Nextcloud + Docker + CrowdSec |
| Mode | Snapshot | Backup live tanpa mematikan LXC |
| Compression | ZSTD (fast and good) | Kompresi cepat dengan rasio tinggi |
2.2 Retention Policy (Pencegahan Disk Penuh)
Pindah ke tab Retention sebelum menyimpan:
| Parameter | Nilai | Arti |
|---|---|---|
| Keep Last | 3 | Simpan 3 backup terakhir (3 hari) |
Tip
Dengan retensi 3 hari, Proxmox otomatis menghapus backup tertua saat backup keempat dibuat. SSD tidak akan penuh karena file backup tidak terus-menerus menumpuk.
Klik Create. Jadwal aktif mulai malam ini.
2.3 Verifikasi Backup Berjalan
Keesokan harinya, cek di Web UI:
- Klik LXC
100→ menu Backup. - Pastikan ada file baru dengan tanggal kemarin dan ukuran yang masuk akal (biasanya 2–5 GB untuk LXC 50 GB yang terkompresi).
3. Prosedur Restore dari Backup
Jika LXC rusak, data corrupt, atau aplikasi tidak bisa diperbaiki:
- Klik LXC
100→ menu Backup. - Pilih file backup berdasarkan tanggal yang diinginkan (pilih tanggal sebelum kejadian).
- Klik Restore.
- Proxmox akan menimpa seluruh LXC dengan kondisi persis saat backup dibuat.
Warning
Restore akan menimpa LXC yang ada. Jika ada data baru setelah tanggal backup, data tersebut akan hilang. Untuk keamanan, lakukan backup manual sebelum operasi berisiko: LXC
100→ Backup → Backup now.
4. Manual Archive ke Media Eksternal (Lapis 2)
File backup Proxmox tersimpan di /var/lib/vz/dump/ di host Proxmox. Salin secara berkala ke media eksternal untuk redundansi.
4.1 Lokasi File Backup
Via Shell node Proxmox:
ls -lah /var/lib/vz/dump/File bernama: vzdump-lxc-100-2026_04_24-02_00_00.tar.zst
4.2 Transfer ke HDD Eksternal / TrueNAS
# Mount HDD eksternal (asumsi sudah terdeteksi sebagai /dev/sdb1)
mkdir -p /mnt/backup-hdd
mount /dev/sdb1 /mnt/backup-hdd
# Salin file backup terbaru
cp /var/lib/vz/dump/vzdump-lxc-100-*.tar.zst /mnt/backup-hdd/
# Unmount
umount /mnt/backup-hddInfo
Untuk otomatisasi Lapis 2, pertimbangkan Proxmox Backup Server (PBS) atau NFS mount ke TrueNAS. Ini akan dibahas di fase infrastruktur storage lanjutan.
5. Ekspansi Disk LXC (On-the-fly)
Jika ruang penyimpanan habis — misalnya foto/video di Nextcloud memenuhi disk — tambahkan kapasitas tanpa mematikan LXC dan tanpa kehilangan data.
5.1 Proses Resize via Web UI
- Klik LXC
100→ Resources. - Klik Root Disk (misal:
local-lvm:vm-100-disk-0, size50G). - Klik Volume Action → Resize.
- Masukkan Size Increment (GB). Contoh:
20(menjadi total 70 GB). - Klik Resize disk.
5.2 Verifikasi di Dalam LXC
df -hOutput akan menunjukkan filesystem / sudah bertambah ukurannya.
Tip
Linux modern dengan ext4/xfs secara otomatis mengekspansi filesystem setelah virtual disk diperbesar. Tidak perlu
fdisk,resize2fs, atau restart LXC. Fitur ini adalah keunggulan LXC dibanding VM penuh.
6. Cheat Sheet Operasional Harian
| Tugas | Perintah / Lokasi |
|---|---|
| Cek status container | sudo docker ps |
| Cek log Nextcloud real-time | sudo docker logs -f nextcloud-app-1 |
| Cek log CrowdSec | sudo tail -f /var/log/crowdsec.log |
| Restart stack | cd /opt/nextcloud && sudo docker compose restart |
| Update image & redeploy | sudo docker compose pull && sudo docker compose up -d |
| Cek ruang disk LXC | df -h |
| Cek backup otomatis | Proxmox UI → LXC 100 → Backup |
| Backup manual sebelum update | Proxmox UI → LXC 100 → Backup → Backup now |
| Resize disk | Proxmox UI → LXC 100 → Resources → Resize |
7. Checklist Sebelum Major Update
Sebelum melakukan upgrade besar (Proxmox kernel, Docker major version, Nextcloud major version):
- Jalankan Backup now manual via Web UI Proxmox
- Verifikasi file backup tercipta di LXC
100→ Backup - Screenshot atau catat versi saat ini (
sudo docker ps,sudo lynis --version) - Siapkan waktu jendela maintenance (minimal 30 menit)
- Pastikan ada akses Console Proxmox (darurat jika SSH gagal)
Warning
Jangan pernah update Proxmox kernel atau upgrade Docker tanpa backup. Rollback dari kehancuran tanpa backup berarti mengulang dari nol — termasuk setup Nextcloud, konfigurasi CrowdSec, dan data pengguna.
Info
Seluruh 5 dokumen homelab telah lengkap. Arsitektur Anda sekarang memiliki:
- Virtualisasi: Proxmox + LXC (Dokumen 01)
- Aplikasi: Nextcloud + MariaDB via Docker IaC (Dokumen 02)
- Jaringan: Cloudflare Tunnel Zero Trust (Dokumen 03)
- Keamanan: Lynis + Trivy + CrowdSec + Cloudflare WAF (Dokumen 04)
- Kelangsungan Hidup: Backup 3-2-1 + Resize on-the-fly (Dokumen 05)