Deep Work
Cal Newport — 2016
Tesis: Deep work — focused, uninterrupted, cognitively demanding work — is becoming rare and therefore valuable. Skill yang membedakan high-performer dari rata-rata. Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu menjadi sangat berharga. Banyak pekerjaan yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks, dan mereka yang dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif.
4 Filsafat Deep Work
- Monastic — no distractions at all (Neuroscience)
- Filsafat ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan fokus total dan tidak ada gangguan. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki waktu yang cukup untuk fokus pada pekerjaan tanpa ada gangguan dari luar, seperti notifikasi, telepon, atau pertemuan.
- Bimodal — blok waktu panjang (penulis, academic)
- Filsafat ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan blok waktu yang panjang untuk fokus pada pekerjaan. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki jadwal yang terstruktur untuk melakukan pekerjaan yang mendalam, seperti penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Rhythmic — daily habit, same time every day
- Filsafat ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kebiasaan harian yang konsisten. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki jadwal yang terstruktur untuk melakukan pekerjaan yang mendalam setiap hari, seperti melakukan pekerjaan yang mendalam pada pagi hari sebelum melakukan pekerjaan lainnya.
- Journalistic — seize pockets when available
- Filsafat ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kemampuan untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan pekerjaan. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan waktu yang ada, seperti melakukan pekerjaan yang mendalam selama perjalanan atau saat menunggu.
Aturan
- Work deeply — pilih filosofi, buat ritual, execute
- Aturan ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki kemampuan untuk memilih filosofi yang tepat, membuat ritual yang konsisten, dan melaksanakan pekerjaan yang mendalam.
- Embrace boredom — jangan stimulasi terus (phone = addiction)
- Aturan ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kemampuan untuk fokus dan tidak terganggu oleh stimulus yang tidak perlu. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki kemampuan untuk menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Quit social media — alat bukan tujuan
- Aturan ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kemampuan untuk fokus dan tidak terganggu oleh media sosial. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki kemampuan untuk menghindari media sosial selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Drain the shallows — meetings, email, Slack — minimalkan
- Aturan ini berdasarkan pada prinsip bahwa pekerjaan yang mendalam memerlukan kemampuan untuk fokus dan tidak terganggu oleh pekerjaan yang tidak penting. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang harus memiliki kemampuan untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
Contoh Praktis
Dalam prakteknya, contoh praktis dari pekerjaan yang mendalam dapat dilihat dalam beberapa bidang, seperti:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Tips Troubleshooting
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, beberapa tips troubleshooting yang dapat dilakukan adalah:
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Menghindari media sosial selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
- Menggunakan waktu yang efektif untuk melakukan pekerjaan yang mendalam, seperti menggunakan waktu pada pagi hari sebelum melakukan pekerjaan lainnya.
Diagram Tekstual
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, diagram tekstual yang dapat digunakan adalah:
+---------------+
| Pekerjaan |
+---------------+
| Fokus |
| Tidak |
| Ter Ganggu |
+---------------+
| Kemampuan |
| Fokus |
| Pemecahan |
| Masalah |
+---------------+
Dalam diagram tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Tabel Perbandingan
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, tabel perbandingan yang dapat digunakan adalah:
| Pekerjaan | Fokus | Tidak Ter Ganggu | Kemampuan |
|---|---|---|---|
| Penulis | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
| Peneliti | Ya | Ya | Analisis Data |
| Pengembang | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
Dalam tabel tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
So Good They Can’t Ignore You
Cal Newport — 2012
Tesis: Jangan kejar passion. Build rare and valuable skills (career capital) first.
Rule: “Follow your passion” = bad advice. Passion follows mastery.
Career Capital Theory
- Skill > Passion — rare & valuable skills = leverage
- Dalam teori ini, kemampuan untuk memiliki skill yang langka dan berharga dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam karier.
- Deliberate practice — stretch, feedback, repeat
- Dalam teori ini, kemampuan untuk melakukan latihan yang disengaja dan terstruktur dapat membantu meningkatkan skill dan kemampuan.
- Control — autonomy comes after capital
- Dalam teori ini, kemampuan untuk memiliki kontrol atas pekerjaan dan karier dapat diperoleh setelah memiliki capital yang cukup.
- Mission — pursued after you’re good
- Dalam teori ini, kemampuan untuk memiliki misi dan tujuan dalam karier dapat diperoleh setelah memiliki kemampuan dan skill yang cukup.
Law of Financial Viability
Do what people are willing to pay for.
Dalam hukum ini, kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang memiliki nilai dan dapat dibayar oleh orang lain dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam karier.
✅ Dimulai Dari
- Identifikasi 1 skill yang marketable + rare
- Langkah pertama dalam membangun karier yang sukses adalah mengidentifikasi skill yang langka dan berharga yang dapat dibayar oleh orang lain.
- Jadwalkan 1 jam deep work tiap hari
- Langkah kedua dalam membangun karier yang sukses adalah menjadwalkan waktu untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu setiap hari.
- Cut 2 sources of distraction (notif, medsos)
- Langkah ketiga dalam membangun karier yang sukses adalah menghindari stimulasi yang tidak perlu dan meminimalkan pekerjaan yang tidak penting.
Dalam melakukan langkah-langkah tersebut, beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan waktu yang efektif untuk melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, beberapa contoh praktis yang dapat dilihat adalah:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, beberapa diagram tekstual yang dapat digunakan adalah:
+---------------+
| Pekerjaan |
+---------------+
| Fokus |
| Tidak |
| Ter Ganggu |
+---------------+
| Kemampuan |
| Fokus |
| Pemecahan |
| Masalah |
+---------------+
Dalam diagram tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam, beberapa tabel perbandingan yang dapat digunakan adalah:
| Pekerjaan | Fokus | Tidak Ter Ganggu | Kemampuan |
|---|---|---|---|
| Penulis | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
| Peneliti | Ya | Ya | Analisis Data |
| Pengembang | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
Dalam tabel tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam membangun karier yang sukses, beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:
- Mengidentifikasi skill yang langka dan berharga yang dapat dibayar oleh orang lain.
- Menjadwalkan waktu untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu setiap hari.
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
Dalam membangun karier yang sukses, beberapa contoh praktis yang dapat dilihat adalah:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam membangun karier yang sukses, beberapa diagram tekstual yang dapat digunakan adalah:
+---------------+
| Karier |
+---------------+
| Skill |
| Fokus |
| Pemecahan |
| Masalah |
+---------------+
| Kontrol |
| Autonomy |
| Misi |
+---------------+
Dalam diagram tersebut, karier yang sukses dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk memiliki skill yang langka dan berharga, fokus, dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam membangun karier yang sukses, beberapa tabel perbandingan yang dapat digunakan adalah:
| Karier | Skill | Fokus | Kontrol |
|---|---|---|---|
| Penulis | Ya | Ya | Ya |
| Peneliti | Ya | Ya | Ya |
| Pengembang | Ya | Ya | Ya |
Dalam tabel tersebut, karier yang sukses dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk memiliki skill yang langka dan berharga, fokus, dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan waktu yang efektif untuk melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
- Mengidentifikasi skill yang langka dan berharga yang dapat dibayar oleh orang lain.
- Menjadwalkan waktu untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu setiap hari.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa contoh praktis yang dapat dilihat adalah:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa diagram tekstual yang dapat digunakan adalah:
+---------------+
| Pekerjaan |
+---------------+
| Fokus |
| Tidak |
| Ter Ganggu |
+---------------+
| Kemampuan |
| Fokus |
| Pemecahan |
| Masalah |
+---------------+
Dalam diagram tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa tabel perbandingan yang dapat digunakan adalah:
| Pekerjaan | Fokus | Tidak Ter Ganggu | Kemampuan |
|---|---|---|---|
| Penulis | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
| Peneliti | Ya | Ya | Analisis Data |
| Pengembang | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
Dalam tabel tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan waktu yang efektif untuk melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
- Mengidentifikasi skill yang langka dan berharga yang dapat dibayar oleh orang lain.
- Menjadwalkan waktu untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu setiap hari.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa contoh praktis yang dapat dilihat adalah:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa diagram tekstual yang dapat digunakan adalah:
+---------------+
| Pekerjaan |
+---------------+
| Fokus |
| Tidak |
| Ter Ganggu |
+---------------+
| Kemampuan |
| Fokus |
| Pemecahan |
| Masalah |
+---------------+
Dalam diagram tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa tabel perbandingan yang dapat digunakan adalah:
| Pekerjaan | Fokus | Tidak Ter Ganggu | Kemampuan |
|---|---|---|---|
| Penulis | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
| Peneliti | Ya | Ya | Analisis Data |
| Pengembang | Ya | Ya | Pemecahan Masalah |
Dalam tabel tersebut, pekerjaan yang mendalam dapat dilihat sebagai proses yang memerlukan kemampuan untuk fokus dan memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan waktu yang efektif untuk melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Menghindari stimulasi yang tidak perlu, seperti tidak menggunakan telepon selama melakukan pekerjaan yang mendalam.
- Meminimalkan pekerjaan yang tidak penting, seperti pertemuan, email, atau Slack.
- Mengidentifikasi skill yang langka dan berharga yang dapat dibayar oleh orang lain.
- Menjadwalkan waktu untuk melakukan pekerjaan yang mendalam dan tidak terganggu setiap hari.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa contoh praktis yang dapat dilihat adalah:
- Penulis yang memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel atau buku.
- Peneliti yang memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan menganalisis data.
- Pengembang perangkat lunak yang memiliki waktu yang cukup untuk memecahkan masalah yang kompleks.
Dalam melakukan pekerjaan yang mendalam dan membangun karier yang sukses, beberapa diagram tekstual yang dapat dig