πŸ‘‹ Hai, Saya Azhar Muttaqien

Mahasiswa INFORMATIKA di Pasundan, Bandung β€” yang entah bagaimana malah jatuh tertarik ke dunia CS, security research, dan low-level systems.

Bukan dari seorang ahli. Tapi dari rasa penasaran yang tidak berhenti.

Perjalanan belajarnya dimulai dari pertanyaan: β€œApa sih software paling bagus buat recovery data?, atau jangan2 ada pendekatan lain?”

Apa yang Aku Pelajari

Bukan kurikulum formal. Lebih ke peta besar yang dibangun sendiri β€” dari nol, dari rasa penasaran.

πŸ’Ύ Data Recovery          β†’ dari software sampai fisika kuantum
🦠 Endpoint Security      β†’ dari antivirus sampai Intel ME Ring -3
🌐 Network Security       β†’ dari Layer 1 sampai Layer 8 (manusia)
πŸ€– AI & Machine Learning  β†’ dari IF-THEN sampai Omega Point
πŸ”¬ Reverse Engineering    β†’ dari strings sampai FIB silicon edit
πŸ“‘ RF & SIGINT            β†’ dari RTL-SDR sampai Echelon NSA
πŸ” Kriptografi            β†’ dari Caesar Cipher sampai Post-Quantum
☁️ Cloud Infrastructure   β†’ dari shared hosting sampai Zero Trust
πŸ–₯️ OS & Architecture      β†’ dari transistor sampai kernel exploit
πŸ•΅οΈ OSINT                  β†’ dari Google sampai Palantir Gotham
☠️ Shadow Arsenal         β†’ dari OSINT Level 0 sampai Nation-State SIGINT
πŸ€– Agentic AI & MLOps     β†’ dari function calling sampai autonomous swarm

Detail Topik

Data Recovery

Data recovery adalah proses mengembalikan data yang hilang atau rusak. Ada beberapa jenis data recovery, seperti:

  • Software-based recovery: menggunakan software untuk mengembalikan data yang hilang atau rusak.
  • Hardware-based recovery: menggunakan hardware untuk mengembalikan data yang hilang atau rusak.
  • Fisika kuantum: menggunakan prinsip fisika kuantum untuk mengembalikan data yang hilang atau rusak.

Contoh kode untuk data recovery menggunakan Python:

import os
import hashlib
 
def recover_data(file_path):
    # Membaca file yang rusak
    with open(file_path, 'rb') as file:
        data = file.read()
 
    # Menghitung checksum data
    checksum = hashlib.md5(data).hexdigest()
 
    # Mencari data yang hilang
    for i in range(len(data)):
        if data[i] != checksum[i % len(checksum)]:
            # Mengembalikan data yang hilang
            data[i] = checksum[i % len(checksum)]
 
    # Menulis data yang telah diperbaiki
    with open('recovered_data', 'wb') as file:
        file.write(data)
 
# Menggunakan fungsi recover_data
recover_data('rusak_data.txt')

Endpoint Security

Endpoint security adalah proses melindungi endpoint (seperti komputer, laptop, atau mobile) dari serangan malware, virus, dan lain-lain. Ada beberapa jenis endpoint security, seperti:

  • Antivirus: menggunakan antivirus untuk melindungi endpoint dari serangan malware dan virus.
  • Intel ME Ring -3: menggunakan Intel ME Ring -3 untuk melindungi endpoint dari serangan yang lebih advanced.

Contoh kode untuk endpoint security menggunakan Python:

import os
import hashlib
 
def scan_malware(file_path):
    # Membaca file yang dicurigai
    with open(file_path, 'rb') as file:
        data = file.read()
 
    # Menghitung checksum data
    checksum = hashlib.md5(data).hexdigest()
 
    # Mencari malware
    if checksum in ['malware_checksum_1', 'malware_checksum_2']:
        # Menghapus file yang terinfeksi
        os.remove(file_path)
        print('File telah dihapus karena terdeteksi malware')
    else:
        print('File aman')
 
# Menggunakan fungsi scan_malware
scan_malware('dicurigai_malware.exe')

Network Security

Network security adalah proses melindungi jaringan dari serangan yang tidak diinginkan. Ada beberapa jenis network security, seperti:

  • Layer 1: melindungi jaringan pada layer 1 (fisik).
  • Layer 8 (manusia): melindungi jaringan dari serangan yang dilakukan oleh manusia.

Contoh kode untuk network security menggunakan Python:

import socket
 
def scan_port(host, port):
    # Membuat socket
    sock = socket.socket(socket.AF_INET, socket.SOCK_STREAM)
 
    # Mencoba menghubungkan ke port yang dicurigai
    try:
        sock.connect((host, port))
        print(f'Port {port} terbuka')
    except socket.error:
        print(f'Port {port} tertutup')
 
    # Menutup socket
    sock.close()
 
# Menggunakan fungsi scan_port
scan_port('localhost', 8080)

Contoh Praktis

Berikut adalah contoh praktis dari topik yang dipelajari:

  • Menggunakan software recovery untuk mengembalikan data yang hilang.
  • Menggunakan antivirus untuk melindungi endpoint dari serangan malware dan virus.
  • Menggunakan firewall untuk melindungi jaringan dari serangan yang tidak diinginkan.

Cara Aku Belajar

top-down β€” peta besar dulu, detail belakangan. hal yang ingin dipelajari harus dipahami dulu beberapa enviromentnya. Tidak pernah puas dengan jawaban permukaan. Kalau ada sesuatu yang β€œdianggap rahasia” atau disembunyikan di balik konsensus β€” itu yang justru paling menarik untuk digali.

Langkah-Langkah Belajar

Berikut adalah langkah-langkah belajar yang aku lakukan:

  1. Membuat peta besar: membuat peta besar dari topik yang ingin dipelajari.
  2. Mempelajari environments: mempelajari beberapa environment dari topik yang ingin dipelajari.
  3. Mencari jawaban: mencari jawaban dari pertanyaan yang aku tanyakan.
  4. Menganalisis jawaban: menganalisis jawaban yang aku dapatkan.
  5. Mengulangi proses: mengulangi proses belajar jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab.

Tools & Stack Yang Pernah Di Coba

OS        : Windows, Ubuntu, Kali Linux, Rocky Linux, Ubuntu Server
IDE       : VSCode, Antigravity
Security  : Kali Linux (VM), Wireshark, Crowdsec, Safeline
Hardware  : ESP32, ESP2886
Vault     : Obsidian + Quartz + GitHub Pages
Scripting : Python, Bash
Homelab   : Proxmox VM (Rocky Linux) +Safeline + Nginx Proxmy Manager + Cloudflared+ Nextcloud+Uptime Kuma Semua di dalam Docker Container

Contoh Penggunaan Tools

Berikut adalah contoh penggunaan tools yang aku coba:

  • Menggunakan Kali Linux (VM) untuk melakukan penetration testing.
  • Menggunakan Wireshark untuk menganalisis paket jaringan.
  • Menggunakan Crowdsec untuk melindungi jaringan dari serangan yang tidak diinginkan.

Saat Ini

  • πŸ› οΈ Bereksperimen dengan berbagai macam Hardsisk dan SSD Untuk Recorvery atau Repair
  • πŸ› οΈ Mencoba menggunakan Ansible untuk automasi dalam pengaturan berbagai VM
  • πŸ› οΈ Membaca, Memahami berbagai macam seputar tech terutama dibidang DevOps
  • πŸ› οΈ Memahami AI Engineering, Agentic AI stack (MCP, tool use), dan LLM Red Teaming
  • πŸ› οΈ Mengeksplorasi hierarki alat militer & intelijen (Shadow Arsenal) dalam konteks defensive
  • πŸ“ Membangun vault ini sebagai knowledge base publik

Rencana Masa Depan

Berikut adalah rencana masa depan yang aku punya:

  • Mengembangkan kemampuan dalam bidang DevOps dan AI Engineering.
  • Membangun sistem keamanan yang lebih advanced untuk melindungi jaringan dan data.
  • Mengembangkan vault ini menjadi knowledge base yang lebih lengkap dan detail.

Kontak

PlatformLink
πŸ™ GitHubgithub.com/Azhar457
πŸ’Ό LinkedInlinkedin.com/in/Azhar457
πŸ“§ Emailazharsss457@gmail.com
🌐 Portfolioazharmtq.my.id
πŸ“Έ Instagram@azharmtq

Tips Troubleshooting

Berikut adalah tips troubleshooting yang aku punya:

  • Menggunakan log untuk menganalisis error yang terjadi.
  • Menggunakan debug untuk menganalisis kode yang error.
  • Menggunakan dokumentasi untuk memahami konsep yang tidak dipahami.

Skenario Troubleshooting

Berikut adalah skenario troubleshooting yang aku punya:

  1. Menganalisis log error: menganalisis log error untuk mengetahui penyebab error.
  2. Menggunakan debug: menggunakan debug untuk menganalisis kode yang error.
  3. Menggunakan dokumentasi: menggunakan dokumentasi untuk memahami konsep yang tidak dipahami.
  4. Mencari jawaban: mencari jawaban dari pertanyaan yang aku tanyakan.
  5. Mengulangi proses: mengulangi proses troubleshooting jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab.

Vault ini adalah catatan perjalanan belajar yang sedang berjalan β€” bukan hasil akhir. Kalau ada yang salah, ada yang lebih dalam, atau ada yang mau didiskusikan β€” reach out.


Built with Quartz v4 Β· Hosted on GitHub Pages